Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

'Kamu' Penumpang Pertama

Aku bagaikan se-onggok kapal layar Yang telah dibuang dan ditinggalkan tanpa ikatan Sendiri, sepi dan sunyi tanpa ada kebahagiaan Di pelabuhan tak berpenghuni Rapuh .. Kapal layar yang ditinggalkan seorang diri Tanpa perlindungan.. Dan akhirnya dibasahi air hujan Kapal layar kini telah menjadi bangkai Diombang-ambing oleh air laut Terus diombang-ambing .. Jauh... Menjauh... Dan semakin jauh.. Meninggalkan pelabuhan tak berpenghuni Di satu tempat Sang kapal layar berhenti Berhenti dipelabuhan yang baru Menunggu seorang penumpang Hingga akhirnya .. 'Aku' sang kapal layar Mendapatkan 'Kamu' sebagai Penumpang pertama di pelabuhan ini Kehadiran mu.. Membuat ku sebagai kapal layar Merasa seperti sebagaimana seharusnya kapal layar dipergunakan oleh seorang penumpang Dan itu adalah 'Kamu' .. Penumpang pertama ku .. Hingga akhirnya aku memutuskan  Untuk kembali berlayar ... Bersama 'Kamu' ... Penumpang pertama ku ...

.....

masih ada yang disembunyikan dalam hati tak berkoar tapi berusaha tuk keluar kita sama-sama terjebak dalam lubang lubang yang kedalamannya tak mencapai kilometer namun sukar untuk ditanjaki .Adlin Apriliani

This...

Berlari menjauhi kenangan sama dengan berlari menjauhi rumah yang biasa kau tapaki.. Dimana kenangan itu berada pada dia yang selalu menjadi rumah hatimu yang selalu kau simpan dan kau titipkan dengannya. .Adlin Apriliani

Dear...

Banyak teman yang bertanya dan mengatakan “Mengapa kamu memilih dia ? diluar sana masih banyak lelaki yang lebih baik dari dia” . Saat mereka berbicara seperti itu aku hanya bisa menjawab dengan sebuah “Senyuman kecil”, namun hatiku tetap berbicara “ aku tau tentang itu, hatiku hanya satu dan hanya akan diberikan ke satu orang saja. Tidak ke 2 orang ataupun seterusnya. Saat ini aku telah memilih dirinya bukan orang lain. Walaupun aku tau dia memang bukanlah yang tertampan, terindah dan terbaik. Tapi aku berusaha untuk meyakinkan bahwa dirinyalah yang terpilih hatiku saat ini” -Adlin apriliani-

Long Distance Relationship

Aku menatap keluar jendela dalam kereta api yang ku tumpangi pagi ini.  Menatap lurus, melihat pemandangan indah diluar sana. Jarak .. itu yang kupikirkan, sejauh inikah kita ? menjalin sebuah hubungan dengan jarak berkilo-kilo meter Aku mengenal mu dari kejauhan menatap ke arah wajah teduh mu  melihat seukir senyuman dari mulut mu aku mengenal mu dalam jarak beberapa 'centi' sebuah incident yang mengharuskan kita untuk bertemu dari jarak yang hanya mencapai 'centi' aku mulai mencintaimu setelah jarak antara kita telah mencapai 'meter' dari sebuah pertemuan yang hanya dimulai dari jarak beberapa 'centi ',  kini hubungan itu harus berjalan dengan jarak berkilo-kilo meter jauhnya.. L .. D .. R .. aku tidak seperti mereka yang selalu mengeluh karna jarak, dia pun begitu aku dan dia tidak seperti mereka yang harus selalu diakhiri dengan kata 'putus' karena jarak aku dan dia telah sepakat .. sepakat bahwa jarak bukanlah ...